Kota Semarang (Humas) – Nanik Zulfa, Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Semarang menyampaikan tausiyah tentang Prinsip Kerja Islami kepada jemaah salat dhuhur Musala Al-Ikhlas Kankemenag Kota Semarang, Senin (17/3/2025).
Nanik menyampaikan apresiasi karena sebagai ASN perempuan diberikan kesempatan untuk bisa sharing ilmu kedisiplinan kepada jemaah.
Menurutnya, bekerja adalah suatu tuntunan bagi setiap orang agar kehidupan berjalan dengan baik dan seimbang. “Agar dapur tetap mengepul, ya harus bekerja,” tuturnya.
Diimbuhkannya, agar seorang muslim dalam bekerja menghasilkan produktivitas dan bernilai ibadah di hadapan Allah SWT, maka ada 3 aspek yang perlu diperhatikan. “Aspek keimanan, aspek ilmu dan aspek etos kerja merupakan hal yang penting diketahui oleh seorang muslim sebelum ia mulai bekerja,” tandasnya.
Pertama, aspek keimanan. Aspek ini menjadi aspek terpenting dalam bekerja. “Ketika bekerja, jangan lupa kita landasi dengan niat keikhlasan karena Allah, sehingga bekerja sesuai dengan aturan. Jika seseorang berniat akan korupsi, maka keimanan yang akan membentenginya agar tidak terjerumus kedalamnya. Tingkat keimanan seseorang akan mempengaruhi kualitas kerjanya,” ujarnya.
Kedua, aspek ilmu. Menurutnya, agar menghasilkan produktivitas yang tinggi, ASN dituntut senantiasa meningkatkan kapabilitasnya. “Agar bisa menjadi ASN yang baik, maka kita harus mengetahui kompetensi dasar, dan terus mengembangkannya supaya kinerjanya lebih meningkat,” pesannya.
Ketiga, aspek etos kerja. Nanik berujar, etos kerja harus selalu dijaga stabilitasnya. “Etos kerja kadang bisa naik, kadang turun. Untuk itu, lingkungan kerja bisa mempengaruhi etos kerja. Maka, mari kita jaga komunikasi, koordinasi dengan rekan kerja, atasan, dan bawahan, sehingga bisa saling bersinergi,” pungkasnya.(Nba)