Kota Semarang (Humas) – Dalam acara “Madrasah Maslahah”, sebuah kegiatan yang diselenggarakan bersama antara Kankemenag Kota Semarang, LKK PCNU Kota Semarang, PAC Muslimat NU Gunungpati, Gugus Konservasi FH UNNES, Masjid Ulul Albab dan FOI, yang bertujuan membentuk keluarga maslahah, Hj. Zahrotun Nisa, Penyuluh Agama Kankemenag Kota Semarang mengajak kepada peserta kegiatan untuk bijak dalam mengelola sampah, Sabtu (15/3/2025).
Bertempat di Masjid Ulul Albab, tercatat 100 peserta dari berbagai gender dan usia se-Kota Semarang, mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Nisa menyampaikan materi tentang Penguatan Keluarga Sakinah dengan Literasi Keuangan Keluarga.
Menurutnya, setiap keluarga menghasilkan sampah. Jika tidak dikelola dengan baik, maka sampah-sampah tersebut hanya akan menambah penimbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Padahal sampah ini memiliki potensi untuk meningkatkan perekonomian keluarga.
Ia pun mengajak peserta kegiatan untuk mulai melakukan upaya-upaya pengurangan sampah dari mulai kelompok masyarakat terkecil, yakni keluarga melalui kegiatan pilah sampah. “Mari kita mulai lakukan pilah sampah di rumah masing-masing, mana yang sampah organik, kertas, kaleng, maupun sampah plastik,” tutur Nisa.
“Jika sudan terkumpul, hubungi Bank Sampah terdekat. Sampah bisa menjadi uang. Jadi tidak hanya sampah yang sampai ke TPA berkurang jumlahnya, tetapi sampah yang bisa didaur ulang atau dimanfaatkan kembali juga akan meningkatkan perekonomian keluarga,” sambungnya.
Selain Nisa, para peserta kegiatan juga memperoleh pendalaman materi tentang
Peran Keluarga Maslahah dalam Melestarikan Lingkungan disampaikan oleh H. Baidhowi dari LKK PCNU Kota Semarang. dan Gizi Seimbang untuk Kesehatan Keluarga disampaikan oleh Siti masrokhah, Dosen Poltekes.
Dalam kesempatan itu, juga dilakukan peringatan Nuzulul Qur’an dan pemberian santunan kepada anak yatim/piatu, serta buka bersama.(Nisa/Nba)