
Kota Semarang (Humas) – Banyaknya siswa lulus SD yang belum bisa membaca Al-Qur’an menjadi suatu keprihatinan tersendiri bagi Kementerian Agama. Hal ini diungkapkan Muhtasit, Kakankemenag Kota Semarang kepada jajarannya dalam kegiatan apel pagi, Senin (10/3/2025).
Bertindak selaku pembina apel yang digelar di halaman kantor, Muhtasit menerangkan upaya yang dilakukan guna menjawab tantangan tersebut. “Bekerjasama dengan Guru Pendididikan Agama Islam (GPAI), sekolah, Pengawas PAI dan Dinas Pendidikan Kota Semarang, kami akan mengadakan tahsin Al-Qur’an di SD khususnya bagi siswa kelas 1 dan 2, sehingga harapannya dengan pondasi yang kuat, anak muslim lulusan SD di Kota Semarang semuanya bisa membaca Al-Qur’an,” tuturnya.
Program tersebut nantinya akan menjadi salah satu kegiatan dari program prioritas zakat berdampak. “Kami akan susun program pentasarufan zakat berdampak. Akan dibuat perencanaan untuk setahun kedepan, pentasarufan zakat sesuai pos-posnya dalam 5 program utama, sehingga pentasarufannya lebih jelas dan terukur, serta berdampak,” ujarnya.
Muhtasit mengatakan, program tersebut akan diusulkan kepada BAZNAS Kota Semarang karena Kankemenag Kota Semarang melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) merupakan tangan Panjang BAZNAS dalam ikut mentasarufkan zakat. “ASN Kankemenag Kota Semarang alhamdulillah sudah menunaikan zakat profesinya yang dititipkan melalui UPZ Kemenag Kota Semarang yang selanjutnya diserahkan sepenuhnya kepada BAZNAS. Oleh BAZNAS, 70% dari zakat profesi tersebut dikembalikan ke UPZ Kemenag Kota Semarang untuk ditasarufkan sesuai dengan peruntukkannya. Oleh karenanya, penyusunan program zakat berdampak merupakan bentuk pertanggungjawaban UPZ Kemenag Kota Semarang dalam mengelola zakat tersebut,” paparnya.
Di bulan Ramadan ini, UPZ Kemenag Kota Semarang akan mentasarufkan zakat mal dan zakat fitrah. Ia berpesan agar pentasarufan dilakukan sebaik mungkin. “Pastikan bahwa semua muzaki mendapatkan surat untuk merekomendasikan fakir, miskin dan sabilillah sebagai mustahik,” ujarnya.
“Untuk zakat fitrah, belikan beras yang premium, beras yang berkualitas. Ini bagian dari layanan kita kepada masyarakat, sehingga harus bagus, tidak boleh kalah dengan layanan-layanan instansi atau lembaga lainnya sebagai pelayan publik,” sambungnya.
Pada bagian lain, Muhtasit mengimbau keikutsertaan ASN Kemenag Kota Semarang dalam mensukseskan program “Klangenan” (Kemenag Peduli Pangan dan Lingkungan), serta informasi progres pelunasan jemaah haji reguler Kota Semarang tahap I tahun 1446 H/2025 M.(Nana/Nba)