
Kota Semarang (Humas) – Kamis (27/2/2025), Direktur PAI Ditjen Pendis Kemenag RI memberikan pembinaan dan pengarahan di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Semarang.
Kepada 100 peserta yang hadir, baik Pengawas PAI, Ketua DPW AGPAII Jateng, Ketua MGMP SMA Jateng, Ketua MGMP SMP Jateng, Ketua FKG TK, Ketua KKG SD, Ketua MGMP SMP, SMA dan SMK, Ketua KKG Kec. se-Kota Semarang, Guru PAI yang lolos administrasi Pendidikan Professi Guru (PPG) bersumber dari APBN dan APBD tahun 2025, Munir selaku Dir. PAI berpesan agar menjadi GPAI yang bijak.
“Jadilah Guru PAI yang bijak dalam menyampaikan informasi, terlebih bila menggunakan media sosial karena sangat cepat dan mudah diakses oleh siapa saja yang membacanya. Apabila yang kita sampaikan tidak benar, maka akan berpotensi menimbulkan polemik,” tutur Munir.
Ia mengimbau kepada GPAI agar mempelajari dan menelaah setiap peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Tolong dipelajari dulu aturan, undang-undang, Juknis dan lainnya, agar tidak membuat statement tanpa mengetahui prosesnya,” tandasnya.
“Misalnya proses Nomor Registrasi Guru atau NRG, pendaftaran PPG ataupun lainnya. Ada sekitar tiga belas ribu lebih pendaftar PPG, sedangkan jumlah staf pelaksana terbatas, di Kankemenag Kota Semarang hanya ada 2 personil dan di Kanwil hanya 20 orang. Butuh proses untuk penginputan maupun verifikasi dan validasi. Jadi ya GPAI perlu bersabar,” lanjutnya.
Menurutnya, guru madrasah yang belum PPG juga lebih banyak dibanding GPAI, dan mereka adalah guru yang notabenenya berstatus guru Kementerian Agama. “Kami tidak mendeskreditkan guru Diknas. Kementerian Agama senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat tanpa membedakan status dan jabatan, begitu pula kepada guru PAI,” ungkapnya.
Munir mengajak kepada GPAI Kota Semarang agar senantiasa berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Kankemenag Kota Semarang melalui Seksi PAI. “Mari kita saling bekerjasama dan saling menghargai guna mewujudkan harmonisasi dalam berkinerja. Jika ada hal-hal yang tidak atau kurang dipahami/dimengerti atau perlu ditanyakan, silahkan bicarakan, konsultasikan dengan pihak-pihak terkait yang kompeten, jangan mengambil kesimpulan atau opini sendiri,” pungkasnya.(Faiq/Imam/Nba)