
Kota Semarang (Humas) – Rabu (26/2/2025), Kasubbag TU Kankemenag Kota Semarang, Dony Aldise Harahap bersama perencana, arsiparis, pejabat pengadaan, humas, dan pengelola BMN, kembali melakukan monev di 5 KUA yang belum dikunjunginya. Monev ini untuk melakukan pendataan dan inventarisir kondisi dan permasalahan yang ada di KUA, baik dalam ketersediaan sarpras, infrastrukturnya, maupun pengelolaan arsip.
Kunjungan pertama ke KUA Kec. Genuk. Disampaikan oleh Dintha Muhammad Kurnia selaku Tim Humas, jika dumas pada KUA tersebut aktif dan telah dilaksanakan survey layanan, sudah terdapat pula flyer terkait pembangunan Zona Integritas (ZI). Sedangkan pengelola BMN melaporkan, banyak BMN yang rusak akibat banjir yang melanda KUA tersebut beberapa waktu lalu.
Siti Rahmah selaku Arsiparis mengatakan, alih media arsip tahun 2010, 2011, dan 2015 sudah tersusun dengan rapi, dan arsip Akta nikah tertua 1942 masih dalam kondisi bagus.
Kunjungan selanjutnya, KUA Kec. Semarang Selatan. Apresiasi diberikan kepada jajaran KUA, karena BMN sesuai dengan Daftar Barang Ruangan (DBR), alih media arsip 1980-1987 juga sudah dilaksanakan dengan baik, arsip tertua tahun 1955 dan dikelola pula dengan baik. Namun ada beberapa catatan di KUA ini, diantaranya, tidak berjalannya dumas dan survey layanan, selain itu flyer informasi pembangunan ZI juga masih kurang.
Destinasi ketiga di KUA Kec. Tembalang. Melalui pengamatan Tim, alih media arsip 2010-2013 sudah terlaksana sebagaimana ketentuan, dan arsip tertua 1994 juga sudah baik. BMN juga sesuai DBR, bahkan ada beberapa sarpras yang dilakukan mandiri oleh KUA. Kasubbag TU pun memberikan apresiasi kepada Muntholif selaku Kepala KUA, karena turun tangan langsung dalam pengelolaan arsip dan BMN di KUA Kec. Tembalang.
Beberapa catatan yang perlu ditindaklanjuti di KUA tersebut yakni, mengaktifkan kembali nomor dumas dan survey layanan, serta pemasangan flyer-flyer terkait pembangunan ZI.
Keempat, rombongan menuju ke KUA Kec. Banyumanik. BMN disana sudah sesuai DBR, penataan arsip juga tersusun rapi, namun flyer pembangunan ZI belum nampak.
Terakhir, monev dilaksanakan di KUA Kec. Candisari. Survey layanan dan flyer pembangunan ZI belum ada, kebanyakan sapras dalam kondisi rusak ringan. Sedangkan penataan arsip sudah rapi tetapi belum sesuai urutan tahun, dan alih media arsip baru dilakukan untuk tahun 2010 dikarenakan terbatasnya sarpras pendukung. Akta nikah tertua di KUA tersebut tahun 1996.
Di akhir monevnya, Dony mengungkapkan sungguh prihatin dengan kondisi KUA, namun bersyukur karena Kepala KUA beserta jajarannya telah berupaya secara optimal melaksanakan tusi dalam memberikan layanan kepada masyarakat. “Kami tim kecil subbag TU bermaksud memotret secara langsung KUA di masing-masing kecamatan. Kami ingin merapikan apa yang ada di KUA seperti BMN, arsip, dan lain sebagainya. Ternyata hampir semua KUA di Kota Semarang sangat minim sarpras dan infrastruktur pendukungnya,” tuturnya.
“Kami sungguh mengapresiasi kerja teman-teman KUA yang dengan tulus ikhlas dalam pelayanan. Semoga semuanya bernilai ibadah,” ujarnya.
Dari hasil monev ini, Dony mengatakan akan membuat laporan rekapitulasi kondisi KUA se-Kota Semarang dan secara bertahap akan melakukan pembenahan.(Dintha/Nba)