Selamat Datang Di Website Resmi Kantor Kementerian Agama Kota Semarang || Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank || Dalam rangka mensukseskan Zona Integritasi menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Tahun 2022 Kemenag Kota Semarang "Laporkan jika ada terjadi ketidaknyaman dalam pelayanan kami seperti (PTSP, Pelayanan KUA, ,PUNGLI, GRATIFIKASI) atau segala yang berbau Korupsi ke Kolom Dumas (Aduan Masyarakat). https://bit.ly/layananpengaduankemenagkotasmg ||

Yusuf Ceritakan Pengalaman Menjadi Seorang Teroris

2021-12-01 19:39:48

Semarang – Menjadi seorang teroris menjadi suatu penyesalan bagi Machmudi Hariono alias Yusuf. Yusuf sempat menjadi terpidana terorisme pada tahun 2003 ini mengaku mendapat terpaan paham radikalisme dari sejumlah komunitas.

Hal itu dikemukakan Yusuf dalam kegiatan bertajuk ‘Meneguhkan peran pondok pesantren dan lembaga Pendidikan Keagamaan Islam sebagai Agen Moderasi Beragama’. Kegiatan ini diadakan oleh Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kota Semarang pada Rabu (1/12/2021) di aula Kemenag Kota Semarang.

Yusuf mengungkapkan, sejak kecil ia tinggal di Jombang di kawasan Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. “Padahal sejak kecil saya tinggal di Jombang, Jawa Timur di kawasan pesantren Tebuireng Jombang yang kental dengan tradisi NU,” kata Yusuf.

Namun sepanjang perjalanan hidupnya, ia pernah bersosialisasi dengan teman-teman berpaham radikal. Bahkan ia sempat menjalani Akademi Militer di Filipina selama dari tahun 2000-2002.

“Saya setelah lulus SMA sempat memiliki pemikiran yang sekuler. Tapi saya juga sempat menyerap paham radikalisme dari buku-buku yang saya beli di Solo,” akunya.

Yusuf mengimbau kepada peserta agar berhati-hati. Karena di ponpes pun masih berpotensi untuk terpapar paham radikalisme. “Menjadi teroris adalah suatu pengalaman pribadi yang menjadi penyesalan bagi saya. Karena itu, berhati-hatilan, karena di ponpes pun masih bisa terpapar radikalisme,” pesan Yusuf yang pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Walisongo Ngebar, Ponorogo ini. -- iq